Nama : Padillah
Tema : Jadilah Diri Sendiri
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Btw, udah lama nih saya ga bikin cerpen. How are you guys? Hmm, I’m
fine. *gak nanyaaa. Wkk… Terakhir kali saya bikin cerpen, yaitu setelah
perpisahan kelas XII di MAN. Kini saya sudah kuliah nih, tepatnya udah melewati
semester 2, dan kini otw semester 3. Saya berkuliah di IAIN Antasari
Banjarmasin, yang sebentar lagi jadi UIN Antasari Banjarmasin. Yuhuu.. Disini,
saya mengambil prodi Pendidikan Matematika. Hmm, why I choice Math Education?
Jawabanya ya pasti “Because I like Mathematics”. Kalian pasti tau kan gimana
rasanya jatuh cinta? Nah, begitulah perasaanku terhadap Matematika. Mungkin
agak lebay ya. Haha. Tapi begitulah faktanya.
Well, kembali ke topik utama. Jadilah diri sendiri. Tepatnya ketika
semester 2 yang lalu, HMJ PMTK di IAIN Antasari Banjarmasin mengadakan sebuah
perlombaan. Tema lombanya adalah “Got tallents”, dari artinya saja kita tau
bahwa yang diharapkan dari lomba ini adalah dapat menemukan para talenta yang
berbakat. Perlombaan ini khusus untuk prodi Penddikan Matematika saja. Lebih
tepatnya perlombaan antar kelas, tapi yang prodi Pendidikan Matematika saja. Disini
saya mengikuti lomba futsal dan lomba menulis cerpen. Mengenai lomba futsal,
saya dan teman-teman gagal meraih kemenangan dilaga perdana, hasilnya kami
dinyatakan gugur dari kompetisi tersebut. Tapi gapapa lah, yang penting kami
telah berusaha dengan semaksimal mungkin, meskipun hasilnya kurang maksimal.
Kami tau, bahwa kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Kami hanya bisa
mengambil hikmah dari kekalahan tersebut. Mungkin dilain kesempatan, kami akan
berhasil. Aamiin yaa robbal ‘Aalamiin.. Meskipun kalah di futsal, tapi dicabang
perlombaan lain, kami dapat meraih prestasi yang membanggakan. Prestasi yang
dapat kami torehkan di lomba ini:
1.
Juara
1 dan 2 lomba menulis cerpen (Selly dan Dillah)
2.
Juara
2 lomba duel otak (Helwa, Evili, dan Misykat)
3.
Juara
2 lomba catur puteri (Rizka Noor Shofia)
4.
Juara
2 lomba selfi bareng dosen (Anita Juniarti)
5.
Juara
3 lomba bulu tangkis puteri (Anisa Rahmah)
6.
Juara
3 lomba pidato Bahasa Arab (M.Rasyid Amin)
Alhamdulillah, kurang lebih 6 cabang lomba
yang juara. Meskipun ga semuanya juara. Tapi gapapa lah, yang penting bisa
membanggakan kelas PMTK B 2015. Dari lomba ini, yang perlu disoroti adalah
lomba menulis cerpen. Kelas kami dapat meraih juara 1 dan 2. Dimana Selly
Veronika yang berhasil meraih juara 1, saya sendiri yang berhasil meraih juara
2, sedangkan juara 3 diraih oleh kaka tingkat angkatan 2013. Berarti dikelas
kami terdapat para penulis berbakat. Padahal kami hanyalah mahasiswa baru.
Begitu banyak yang mengikuti lomba cerpen, termasuk kaka tingkat angkatan 2013
dan 2014. Tapi yang juara 1 dan 2 malah kami, angkatan 2015. Alhamdulillah
banget nih, bisa meraih prestasi. Meskipun hanyalah perlombaan antar kelas
prodi Pendidikan Matematika. Yang perlu disoroti juga adalah lomba duel otak.
Karena kami adalah prodi Pendidikan Matematika, jadi soal-soal duel otaknya
adalah soal-soal Matematika. Alhamdulillah, teman-teman bisa masuk final. Namun
di final, kalah dari kaka tingkat angkat 2013. Mereka kalah dari PMTK B 2013.
Sebenarnya, skornya beda tipis aja. Waktu soal terakhir, soal yang diberikan
malah soal tingkat perkuliahan, dan itupun masih belum diajari di semester 1
maupun smester 2 ini. Makanya mereka kesulitan untuk menjawab soal tersebut.
Sedangkan kaka tingkat angkatan 2013 sudah pernah mempelajarinya di bangku
perkuliahan. Sehingga, mereka dapat menjawab soal tersebut. Alhasil, kelas kami
pun harus puas menjadi juara 2.
Well, mungkin itu
sedikit pengalaman kami dalam perlombaan antar kelas. Kembali ke topik utama,
yaitu tentang cerpen saya. Saya akan menulis karya cerpen saya ketika mengikuti
lomba “Got Tallents”. Berkat cerpen inilah, yang membuat saya menjadi juara 2
dalam perlombaan tersebut. Tapi cerpen ini tak mampu mengalahkan teman sekelas
saya, Selly Veronika. Insya Allah semester 4 nanti, saya akan mengikuti lomba
cerpen lagi. Karena menulis cerpen merupakan slah satu hobi saya. Jadi, saya
ingin mengembangkan bakat saya dalam hal menulis, terutama meulius cerpen.
Baiklah, langsung saja. Check it out!!
Judul : Be Yourself, and go better
Menjadi diri
sendiri mungkin menjadi potensi setiap orang, tanpa terkecuali. Namun,
kebanyakan orang salah dalam penggunaannya. Biasanya orang-orang lebih senang
meniru kebiasaan orang lain. Menjadi diri sendiri itu maksudnya dapat
mengoptimalkan segala potensi yang ada pada diri sendiri. Misalnya hobinya
adalah menulis, sementara bakat atau potensinya adalah humoris. Maka, jadilah
penulis yang berjiwa humoris. Kita tidak bisa menjadi seorang penyanyi atau
anak band, jika tujuannya hanya ingin mengikuti teman atau orang lain, serta
supaya dipuji orang lain. Karena menjadi seorang penyanyi atau anak band bisa
dibilang sebagai suatu bakat atau keahlian seseorang. Belum tentu kita bisa
mengikutinya menjadi penyanyi atau anak band, kecuali jika kita mempunyai bakat
menyanyi.
Saya pernah membaca
sebuah naskah drama komedi di internet, yang berjudul “Jadilah Diri Sendiri”, bahkan
drama ini kami tampilkan ketika kami masih kelas XI, untuk memenuhi tugas Seni
Budaya. Disitu diceritakan bahwa ada seorang perempuan yang baru saja
kehilangan kedua orang tuanya. Dimana si ibu baru saja meninggal, dan si ayah
tiba-tiba meninggalkan anaknya sendirian. Si perempuan ini pun sangat sedih,
karena telah ditinggalkan oleh orang-orang yang disayanginya. Lalu dia bingung
dengan apa yang mau dia lakukan saat ini. Dia berkata begini “Sebenarnya saya
ingin bekerja diluar kota, tapi biaya untuk kesana tidak ada”. Tapi disisi
lain, dia harus mencari uang untuk menghidupkan dirinya sendiri. Akhirnya dia
memiliki ide, dia memutuskan ingin menjadi tukang batu. Sebenarnya, menjadi
tukang bukanlah pekerjaan yang mudah. Tapi hanyalah pekerjaan ini yang bisa dia
lakukan. Menjadi tukang batu merupakan warisan dari kakek dan neneknya. Dulu,
kakek dan neneknya merupakan tukang batu yang terkenal dan tersukses dimasanya.
Jadi, si perempuan ini ingin menjadi tukang batu yang terkenal dan sukses
seperti kakek dan neneknya. Namun, semuanya berbanding terbalik 360 derajat
ketika dia menjadi tukang batu. Dia selalu mengeluh akan pekerjaannya itu. Dia
masih belum menjadi tukang batu yang sabar, seperti kakek dan neneknya.
Disuatu ketika, dia
sedang melakukan pekerjaannya sebagai tukang batu. Dia berkata “Dari pada gak
ada kerjaan, mending memecahkan sebuah batu dulu ah”. Ketika memecahkan batu,
tiba-tiba ada yang berteriak “Aaaaawwww. Ternyata yang berteriak itu adalah sebuah
batu yang sedang dipecahkan oleh tukang batu. Lalu Tukang Batu berkata “Loh,
kok batu bisa ngomong sih?”. Batu pun menjawab “Ini kan cuma drama. Haha”. Oh
iya ya, kata si Tukang Batu sambil tertawa.
Si Tukang Batu
itupun pergi ke tempat lain sambil berkat “Duh, panasnya. Siapa sih yang
membuat panas ini? Pasti si Matahari yang ngeselin itu. Tiba-tiba Matahari datang
dan berkata “Ya, memang aku yang membuat panas ini. Haaaaa.. hahaha. Tukang Batu
pun berkata “Enak yak au bisa membuat orang lain kepanasan, sedangkan kau
sendiri tidak kepanasan”. Iya dong, akuuu gitu loh. Jawab si Matahari dengan
gaya alaynya. Tukang Batu pun berkata “Hei Matahari, maukah kau bertukar
denganku? Aku jadi Matahari, dan kau jadi Tukang Batu. Bagaimana? Hmm, gimana
ya, Kata si Matahari. Ayo dong Matahari, please. Kata si Tukang Batu. Lalu
matahari menjawab “Iya deh iya deh, tapi ada syaratnya”. Apa syaratnya? Kata si
Tukan Batu. Matahari pun menjawab “Kau harus memberiku sepiring makanan.. Tapi,
sepiring nasi goreng, sepiring soto, sepiring sate, sepiring gado-gado, dan
sepiring mie goring. Bagaimana? Tukang Batu pun langsung menjawab “Wah, banyak
banget. Tapi tak apalah. Tunggu bentar ya, entar aku beliin. Beberapa menit
kemudian, Tukang Batu telah membelikan semua makanan yang dipesan oleh
Matahari. Lalu merekapun bertukar posisi. Tukang Batu sekarang menjadi
Matahari, sedangkan Matahari menjadi Tukang Batu.
Keesokan harinya,
si Matahari yang awalnya Tukang Batu berjalan-jalan dengan hati yang gembira
sambil menurunkan sinarnya yang sangat panas. Orang-orang pun marah dengan
perlakuaanya itu. Matahari berkata “Asyik juga ya jadi Matahari. Aku bisa
membuat orang lain kepanasan, sedangkan aku tidak merasakan panas sedikitpun.
Haaa… Hahaha..
Beberapa menit
kemudian, turunlah hujan yang sangat lebat. Matahari tidak bisa lagi menurunkan
sinarnya yang panas, karena Matahari ditutupi oleh Awan Hitam. Matahari berkata
“Hei awan hitam, kenapa kau menutupi aku? Gara-gara kau, aku tidak bisa lagi
menurunkan sinarku yang panas ini. Awan Hitam pun menjawab “Ya terserah aku
dong. Aku ditugaskan untuk menurunkan hujan. Lagi pula, turunnya hujan ini
adalah rezeqi bagi setiap makhluk hidup. Tumbuhan akan cepat tumbuh subur,
sungai-sungai tidak akan mengalami kekeringan, dan masih banyak lagi manfaat
dari turunnya hujan ini”. Wah, mulia sekali ya pekerjaanmu wahai Awan Hitam”.
Awan Hitam pun menjawab “Iya nih, Alhamdulillah aku diberika pekerjaan yang
mulia ini. Aku sangat menikmati pekerjaan ini”. Lalu Matahari memilik sebuah
ide. “Hei Awn Hitam, maukah kau bertukar pososis sama aku? Aku pengen banget
punya pekerjaan yang mulia juga. Awan Hitam langsung menjawab dengan suara yang
keras dan lantang “Tidak mau. Aku kan sudah bilang, aku sangat menikmati
pekerjaanku ini. Jadi, aku tidak mau jadi engkau. Pergilah sana jauh-jauh.
Huuuuss..” Matahari pun bergegas untuk pergi menjauhi Awan Hitam.
Keesokan harinya,
si Matahari memulai harinya dengan hati yang kurang bahagia karena Awan Hitam
tidak mau bertukar posisi dengannya. Lalu ketika berjalan, dia melihat angina yang
sedang meniup dedaunan. Dedaunan itu berguguran kebawah tanah. Matahari berkata
kepada angina “Hei angina, hebat ya kamu bisa menjatuhkan daun-daun itu dengan
mudah. Angin pun menjawab “Iya dong, itu masih ¼ dari keahlianku. Selain itu,
keahlianku masih banyak lagi. Aku bisa kungfu, taekwondo, silat, sumo, smack
down, dan lain-lain. Ah, masa sih? Jawab si Matahari. Angin menjawab lagi “Kau
ga percaya? Hmm, aku juga ga percaya. Hahaha”. Matahari menjawab lagi “Alaah
kau ini. Hmm, ngomong-ngomong kau mau ga bertukar posisi sama aku? Angin pun
langsung menjawab “Iya deh, aku mau. Aku juga bosa jadi Angin”. Yeeeeaaayy,
makasih ya Angin. Jawab Matahari dengan perasaan yang gembira.
Si Angin yang
dulunya Matahari sedang berjalan-jalan dengan hati yang gembira sambil berkata “Wah,
serunya jadi Angin. Aku bisa meniup apapun yang ada disekitarku”. Namun ketika
dia bertemu Batu, dia tidak bisa meniupnya dengan tiupan yang kencang. Lalu dia
bertanya pada batu “Hei Batu, kenapa kamu tahan terhadap tiupanku yang kencang?”
Batu pun menjawab “Aku kan kuat, nih coba lihat ototku. Akulahsatu-satunya
orang yang tidak bisa kau tiup. Hahaha”. Angin berkata “Maukah kamu bertukar
posisi sama aku? Batu menjawab “Hmm, gimana ya? Ya udah deh.
Batu yang dulunya
Angin, kini lagi duduk santai menikmati angina yang kencang tanpa takut
tergeser oleh Angin. Namun tiba-tiba dating Tukang Batu. Lalu dia memecahkan
batu-batu yang ada disekitarnya. Lalu Batu berteriak “Aaaaaa, kok kau
memecahkan aku? Sakit banget nih. Tukang Batu menjawab “Aku kan Tukang Batu,
jadi pekerjaanku ya memecahkan batu lah”. Batu menjawab lagi “Tapi sakit banget
ni. Hmm, aku mau jadi Tukang Batu lagi dong. Tukang Batu menjawab lagi “Tidak
mauuuuu, siapa suruh tidak puas jadi diri sendiri”.
Setelah membaca
naskah drama ini, saya pun sadar akan pentingnya menjadi diri sendiri. Kita
tidak bisa memaksakan kehendak kita. Lebih baik jadi diri sendiri, dengan
memaksimalkan potensi yang ada pada diri kita sendiri. Lebih baik kita sukses
dengan potensi diri kita sendiri, dari pada sukses dengan mengikuti potensi
atau bakat orang lain. Ingat, kesuksesan ada ditangan kita. Yang membuat sukses
adalah kita sendiri. Man jadda, wa jada. Barangsiapa yang bersungguh, maka dia
akan berhasil. Be yourself, and go better. Success is our choice.






0 komentar:
Posting Komentar